Filed under: Agama | Leave a Comment »
Filed under: Agama | Leave a Comment »
Bau badan memang identik dengan bau ketiak. Tak heran jika daerah ketiak merupakan daerah yang memerlukan perawatan ekstra. Apalagi secara histologis, ketiak memiliki banyak kelenjar sebasea (kelenjar keringat). Inilah yang menyebabkan ketiak selalu lebih basah dari bagian tubuh lain.

Bicara soal keringat, semua orang sebenarnya sudah mengeluarkannya sejak lahir. Namun pada masa pubertas, kelenjar keringat menjadi semakin aktif dan mulai mengeluarkan zat-zat kimia tertentu. Akibatnya, keringat mengeluarkan bau yang lebih kuat. Dan, bebauan yang khas ini muncul terutama di bawah ketiak.
Produksi keringat yang berlebihan, plus bau badan yang menyengat ini tentu bisa membuat kita menjadi kurang percaya diri. Bagaimana mencegah dan mengatasi masalah keringat dan bau badan? Kathleen M. Cronan, MD, dalam artikelnya Hygiene Basics, memberikan beberapa solusi.
Sering mandi. Cara terbaik, paling aman, dan hemat, untuk membuang bau badan dan menjaga kebersihan tubuh adalah mandi minimal dua kali sehari dengan sabun lembut dan air hangat. Hal ini akan membantu mengeluarkan semua bakteri yang menyebabkan bau.
Jangan lupa membersihkan daerah ketiak karena dari sinilah asal bau badan. Penyebab bau ini tak lain adalah banyaknya bakteri yang berkumpul di area tersebut. Jadi selalu bersihkan ketiak dengan sabun antiseptik setiap kali mandi. Setelah mandi, keringkan dengan handuk, tisu, atau lap kering. Sebaiknya hindari memakai bedak yang wangi karena kemungkinan tidak cocok dengan produksi keringat, dan malah bertambah bau.
Ganti pakaian dalam. Kenakan dan ganti selalu pakaian dalam dan baju yang bersih setiap hari. Pilih pakaian dalam berbahan katun karena efektif menyerap keringat. Menjaga kebersihan tubuh dan pakaian tentu bukan semata-mata hanya mengatasi masalah keringat berlebih dan bau badan yang tidak sedap, tetapi juga berpengaruh pada kesehatan Anda secara menyeluruh.
Gunakan deodoran. Pilih deodoran yang mengandung antiperspirant karena deodoran jenis ini berfungsi mengeringkan, bahkan menghentikan pengeluaran keringat di bawah ketiak. Deodoran ini bisa berbentuk roll-on, stik, atau krim. Hindari memakai deodoran berbentuk bedak tabur karena selain menyebabkan rasa perih di ketiak, bedak tabur biasanya akan menghitamkan ketiak. Gunakan saja deodoran antiseptik yang mampu membunuh bakteri penyebab bau badan.
Jangan menggunakan deodoran ketika Anda sedang berkeringat. Hal ini akan menyebabkan ketiak semakin terlihat basah. Selain itu juga akan menimbulkan bau yang kurang menyenangkan. Basuh dan keringkan ketiak lebih dulu, baru pakai deodoran. Hati-hati juga dengan deodoran yang mengandung parfum. Jika kandungan parfum tidak cocok dengan kelenjar keringat, bisa terjadi pembusukan, dan ketiak makin bertambah bau.
Gunakan parfum (bila perlu). Parfum digunakan untuk menambah wangi tubuh, dan menutupi bau keringat yang mungkin masih sedikit keluar saat Anda berada di bawah terik matahari. Pilih wewangian sesuai kenyamanan dan selera. Yakinkan untuk tidak terpengaruh merek terkenal, harga yang mahal, apalagi pada iklan yang meyakinkan bahwa mereka tidak akan punya teman atau pacar jika tidak menggunakan produknya.
Rapikan. Jangan biarkan bulu ketiak tumbuh terlalu panjang. Bulu ketiak yang terlalu panjang akan menjadi tempat bersarangnya kuman-kuman penyebab bau badan. Jadi, cukur atau potong lah bulu ketiak secara rutin agar terlihat lebih bersih dan rapi.
Sebaiknya dicukur atau dicabut? Bila dicukur, tumbuhnya bulu akan lebih tajam. Jika dicabut, bulu tumbuh lebih alami, lebih lembut, dan tidak gatal. Namun bila Anda memiliki banyak bulu ketiak, sebaiknya dicukur saja agar tidak menguras tenaga. Cuci ketiak sampai bersih dengan sabun antiseptik. Pastikan juga alat pencukur sudah dicuci dengan alkohol kadar 10 persen. Begitu juga jika memilih mencabut. Pastikan alat dalam keadaan bersih, karena jika kulit terasa sakit berarti terjadi peradangan, dan bekasnya bisa berwarna hitam.
Perhatikan asupan. Hindari mengonsumsi makanan yang pedas dan mengandung banyak bawang putih, bawang bombay, dan bawang merah. Jika dikonsumsi terlalu banyak, ketiga jenis sayuran ini akan merangsang keluarnya banyak keringat yang bisa menyebabkan munculnya bau badan. Jangan pula mengonsumsi makanan yang menimbulkan panas di tubuh, seperti daging kambing.
Jangan lupa konsumsi banyak air putih, agar air yang dikandung oleh tubuh menjadi lebih baik. Hal ini akan menyebabkan keringat lebih encer sehingga tidak bau. Selain air putih, perbanyaklah buah dan sayur yang mengandung air.
sumber : kompas
Filed under: Tips Dan Petua | Leave a Comment »
Filed under: Agama | Leave a Comment »
Filed under: Umum | Leave a Comment »
SOALAN: Dalam kepala saya ini selalu terfikir, lebih-lebih lagi ketika sedang baring, sebelum melelapkan mata pada waktu malam, kenapa kemungkaran dan kejahatan terus menerus berlaku pada hal Allah SWT menegaskan: “Sesungguhnya sembahyang itu mencegah pelakunya daripada melakukan kejahatan dan kemungkaran.”
Saya rasa begitu ngeri, tidak yakin dan sering tertanya-tanya mengenai kes-kes pembunuhan, persundalan, rompak, rogol penyalahgunaan kuasa, tidak amanah dan sebagainya.
Yang terkini ialah fitnah memfitnah, tuduh menuduh seperti yang sedang berlaku. Hilang rasa persaudaraan dan kasih sayang membuktikan roh insaniah itu terpinggir. Syiar-syair Rukun Iman itu seumpama tidak wujud dan hanya tinggal teori semata-mata yang tidak dapat dilaksanakan. Saya rasa, tidak ada jalan untuk mengatasi masalah ini selain kembali kepada ajaran agama.
– Teruna Malam, Ijok
Jawapan: Saya yakin, apa yang saudara rasakan itu dapat dirasai oleh mereka yang dapat berfikir, meneliti fenomena sekeliling sekarang, biarpun ia tidak semestinya terlintas di pemikiran sebelum memejamkan mata untuk menyambung hidup keesokan hari.
Adalah jelas Allah SWT berfirman: “Sembahyang yang dilakukan oleh seseorang hamba itu mencegah pelakunya daripada melakukan kejahatan dan kemungkaran.” Dalam sebuah hadis, dijelaskan sesungguhnya sembahyang itu penghapus dosa di antara dua sembahyang, selagi hamba berkenaan, iaitu hamba yang melakukan sembahyang itu tidak melakukan dosa-dosa besar. Contohnya, apabila seseorang itu melakukan sembahyang subuh, maka sembahyang yang dilakukan itu menghapuskan dosa-dosa yang dilakukan sebelum subuh.
Kerana itu orang yang berkenaan berada dalam keadaan tidak berdosa sehinggalah ia melakukan sembahyang zuhur. Begitulah seterusnya, sehari semalam hingga ke subuh berikutnya. Semua dosanya terhapus, kecuali sekiranya orang berkenaan melakukan dosa besar, seperti syirik, melakukan sihir, zina, pembunuh yang diharamkan, makan harta anak yatim dan lain-lainnya. Kerana itulah, orang yang terus menerus sembahyang itu diibaratkan seperti orang yang tinggal berhampiran sungai, yang ia mandi lima kali sehari, tidak akan lekat daki pada badannya.
Terlalu banyak kemungkaran menimbulkan rasa gerun dan ngeri, rasa tidak menentu. Keadaan semakin gawat dari hari ke hari. Pembunuhan berlaku seperti yang dipaparkan, diletupkan dengan bom, berbunuhan sesama Islam. Rogol menjadi-jadi, pelacuran, buang anak, ugut mengugut, fitnah memfitnah dan sebagainya. Kesemuanya memperlihatkan mereka yang terlibat hanya tahu adanya balasan hari Kiamat seperti yang terkandung dalam Rukun Iman, tetapi tidak percaya hakikat akan berlaku ketika hisab di Padang Mahsyar.
Pemahaman Tauhid hanya pengetahuan yang termaktub, lalu diluahkan melalui tulisan dan lulus dalam peperiksaan. Namun hakikatnya tidak difahami atau dituruti lalu akhirnya pemahaman itu hanya tinggal teori yang tidak berupaya untuk dipraktikkan.
Hukum-hukum Allah itu jelas. Setiap orang Islam wajib percaya terhadap firman Allah, yang diwahyukan melalui malaikat Jibril, disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW, dicatat lalu akhirnya dibukukan menjadi mashaf, yang dikenali sebagai al-Quran.
Setiap orang wajib mempercayainya. Barang siapa menidakkan, atau menafikannya, maka ia termasuk dalam golongan yang kufur. Allah SWT Maha Mengetahui, berkuasa dan tidak pernah memungkiri janji-janji- Nya. Kalamullah itu sentiasa benar. Apabila ia berfirman menyatakan sembahyang itu mencegah pelakunya atau orang yang mengamalkannya, maka sembahyang itu akan menjadi penghalang atau membentuk sahsiah seseorang itu daripada melibatkan diri dengan kejahatan dan kemungkaran yang menyebabkan saudara terfikir, termenung panjang sebelum melelapkan mata.
Kemungkaran dan kejahatan berlaku bukan kerana firman Allah itu salah atau silap. Yang silap ialah manusia. Merujuk kepada fenomena yang berlaku, manusia itu terbahagi: Pertama, ada umat Islam yang tidak pernah sembahyang. Sembahyang itu tiang agama. Barang siapa melakukannya, dia mendirikan agama dan barang siapa meninggalkannya, dia telah merobohkan tiang agama. Kerana itu, tidak peliklah mereka ini terdiri daripada orang yang terlibat dengan kemungkaran, kerana mereka tidak sembahyang. Banyak punca kenapa ia berlaku. Yang jelas, padahnya ialah berlaku kemungkaran dan kejahatan.
Golongan kedua ialah mereka yang sembahyang tetapi tidak cukup, daripada lima waktu, mungkin dilakukan satu waktu. Allah SWT lebih mengetahui dan kita dapat memikirnya kenapa sembahyang diwajibkan lima waktu.
Sahsiah
Ia berupaya membentuk sahsiah seseorang untuk menjadi manusia yang baik, warak, zuhud lagi bertakwa. Bagaimana hendak menjadi manusia yang baik kalau sembahyang ikut mood? Sembahyang bila hendak sembahyang. Di rumah, takut ibu dan ayah, tetapi di asrama, bersama kawan-kawan langsung tidak sembahyang. Hal demikian berlaku kerana roh sembahyang itu tidak wujud dalam diri. Tidak mendapat maklumat kenapa sembahyang itu wajib dilakukan selengkapnya. .
Golongan ketiga ialah mereka yang sembahyang, tidak sempurna ilmu sembahyangnya menyebabkan sembahyang itu tidak sah. Termasuk dalam golongan ini ialah mereka yang sembahyang melakukan perbuatan membatalkan sembahyang. Selain itu, mereka tidak menyedari sembahyang yang dilakukan itu tidak sah. Contohnya bacaan al-Fatihah yang tidak betul. Kerana tidak menyebut adanya sabdu (tasydid) ketika membaca kalimah-kalimah yang wajib dibaca ketika membaca al-Fatihah.
Tidak ada tamakninah ketika rukun fi’liy, iaitu ketika rukuk, iktidal, sujud dan duduk di antara dua sujud. Apabila ini terjadi, maka tidak sahlah sembahyang itu.
Kalau seseorang itu berumur 60 tahun, maka selama itulah, iaitu selepas ia baligh, yang diistilahkan sebagai mukallaf, melakukan sembahyang tidak sah. Bagaimanakah hamba seperti ini mahukan sembahyang yang dilakukan itu membentuk diri yang baik, pada hal sembahyangnya tidak sah, atau sekali sah sekali tidak sah? Dalam masa yang sama, sembahyangnya juga tidak cukup lima waktu sehari semalam. Terlalu banyak faktor menyebabkan sembahyang seseorang itu tidak sah, yang boleh dirujuk dari kitab-kitab fikah.
Golongan keempat ialah mereka yang sah sembayangnya, tetapi sembahyang yang dilakukan tidak diterima Allah. Apabila seseorang itu sembahyang cukup dengan syarat wajibnya, juga rukun- rukun yang wajib dilakukan maka sahlah sembahyang itu.
Perlu difahami di antara sah sembahyang dan diterima sembahyang yang dilakukan oleh Allah adalah dua perkara yang berlainan. Sama juga dengan orang melakukan ibadat haji. Apabila seseorang itu dapat menyempurnakan segala rukun dan syarat, maka sahlah haji yang dilakukan. Tetapi, sekiranya wang yang digunakan untuk menunaikan haji itu daripada wang haram, sogokan, hasil penyalahgunaan kuasa, maka haji yang dilakukan tidak diterima Allah. Lalu akhirnya haji atau ibadah yang dilakukan itu tidak berupaya membentuk, menjadi pelakunya manusia baik.
Balik dari mengerjakan haji, sifat lama, yang jahat terus menerus dilakukan. Dari sinilah lahirnya individu tertentu yang takut menunaikan haji atau umrah kerana tidak yakin akan menjadi manusia baik selepas balik dari Mekah. Tidak ada kesan ibadah yang dilakukan, merasa berpura-pura dan tidak yakin pada diri atau kerana takut sesuatu yang buruk berlaku ketika berada di Mekah.
Sembahyang sah, tetapi tidak diterima Allah boleh berlaku apabila seseorang itu sembahyang dalam keadaan tidak khusyuk, yang diistilahkan sebagai was- was. Rasa was-was itu lahir akibat daripada was-was syaitan.
Hal demikian boleh berlaku ketika berniat. Ketika membaca al-Fatihah, terutamanya semasa membaca kalimah yang ada huruf-huruf kesamaran. Pelbagai lintasan masuk dalam kepala ketika sembahyang, iaitu ketika sembahyang berjemaah, lebih-lebih lagi ketika imam membaca surah yang panjang.
Pelbagai ingatan menyelinap dalam kepala seperti ketika berada di pejabat, cerita di kampung, masalah kewangan, masalah isteri sakit dan lain-lain lagi. Pandangan mata pula tertumpu pada cicak yang sedang meniti tiang atau lipas yang melintas di celah-celah kaki, juga gambar-gambar di karpet atau tulisan pada baju makmum di hadapan mata.
Kadang-kadang seseorang itu terasa terkentut ketika sujud atau terasa keluar air kencing ketika berdiri. Segala-galanya ini boleh berlaku menyebabkan seseorang itu hilang rasa khusyuk.
Seorang hamba itu berupaya memikiri satu perkara dalam satu masa. Apabila orang yang sedang sembahyang itu memikir hal-hal di luar sembahyang seperti yang dijelaskan, mengimbau perkara-perkara yang telah berlaku di pejabat, masalah anak, mengulang kalimah dalam bacaan al-Fatihah maka konsentrasinya terhadap sembahyang akan hilang, atau sebahagian besar daripadanya hilang, kerana ketika itu ingatannya atau konsentrasinya diimbau pada perkara yang ada di luar sembahyang.
Ketika itu rasa khusyuk tidak wujud. Sembahyang seperti inilah yang tidak diterima Allah. Apabila ini berlaku, maka sembahyang itu tidak memberi kesan pada keperibadian orang yang berkenaan, menyebabkan orang yang seumpama ini sembahyang, tetapi lepas sembahyang melakukan perbuatan mungkar dan kejahatan.
Sebahagian besar masyarakat Malaysia melakukan sembahyang tanpa memahami makna kalimah yang dibaca, termasuklah makna al-Fatihah, doa ketika rukuk, iktidal, sujud, duduk antara dua sujud, ketika tasyahud awal juga tasyahud akhir. Begitu juga dengan bacaan qunut ketika sembahyang subuh.
Memahami makna bacaan yang dibaca ketika sembahyang seperti yang dijelaskan tidak termasuk dalam rukun sembahyang. Walaupun demikian, untuk memperoleh kesan yang maksimum, perlulah memahami bacaan itu.
Memohon
Seseorang yang sedang membaca al-Fatihah, ialah orang yang sedang berdoa, memohon kepada Allah, agar ditunjukkan jalan yang benar lagi lurus, iaitu jalan-jalan yang telah Allah berikan kepada mereka yang terdahulu, kepada nabi-nabi, rasul-rasul, sahabat, tabiin, para salihin yang mempunyai sifat warak, zuhud dan takwa. Bukan jalan mereka yang dimurkai Allah, firaun, kaum Lut dan sebagainya, yang kisahnya tercatat jelas dalam al-Quran, juga bukan jalan mereka yang sesat, yang banyak menimbulkan masalah masyarakat seperti yang saudara luahkan.
Mereka memohon kepada Allah. Bukan jalan yang dilalui oleh mereka yang sesat, yang dimurkai Allah. Orang yang waras dan dapat berfikir, hasil daripada roh insaniah yang dianugerah Allah berfirman bagaimanakah seseorang itu boleh memfitnah, menipu, membunuh, biar dengan apa cara sekalipun, pada hal sehari semalam, setiap lima waktu memohon diberi petunjuk jalan yang lurus atau ketika hening malam melakukan sembahyang tasbih, sembahyang taubat, tahajud, witir dan sebagainya.
Segala kemungkaran ini tidak akan berlaku sekiranya seseorang itu memahami dan menyedari apa yang dibaca ketika sembahyang, menginsafkan dan mengambil iktibar daripada kalimah- kalimah yang dituturkan. Walaupun, semuanya akan menjadi amalan seperti amalan burung kakak tua, boleh berkata-kata, tetapi tidak memahami maknanya, lalu akhirnya kemungkaran itu akan terus menerus berlaku, kerana sebab-sebab yang dijelaskan.
Filed under: Agama, Ibadah Solat | 2 Komen »
APABILA membuka mata dari tidur setiap pagi, bacalah doa kesyukuran kerana usia kita dipanjangkan Allah, terselamat daripada kelalaian dan kelemahan tidur. Tidur adalah kemestian bagi manusia. Memang pelik dan ganjil jika ada manusia berkata mereka tidak pernah tidur sepanjang hidupnya. Manusia bukannya enjin, ia perlukan rehat. Enjin pun bekerja jika ada minyak atau elektrik, itupun enjin tidak kekal lama jika digerakkan tanpa henti. Walaupun manusia mendapat makanan dan minuman mencukupi, mereka akan penat jika bekerja tanpa rehat.
Justeru, cara terbaik ialah berehat atau tidur untuk me mulihkan tenaga. Selain itu, kita hendaklah insaf pintu taubat masih terbuka. Dan, ketahuilah tidur itu adalah pelajaran bagi yang hidup merasai setengah kematian. Melalui tidur, Tuhan mengajar kita mengingati kematian. Melalui tidur, Tuhan mengajar kita hikmah mimpi. Dan, adab tidur juga Tuhan tunjukkan kita melalui Nabi. Betapa syumulnya Islam, membimbing hal yang kecil hingga perkara yang besar.
Berwuduklah sebelum tidur kerana Allah akan memelihara roh kita di sisi-Nya. Tetapi, jika tidur tanpa wuduk, Tuhan tidak akan memandang kita dan membiarkan jin dan syaitan mengganggu kita. Itulah kita sering dibuai mimpi kosong yang tidak berfaedah. Tidurlah di atas rusuk kanan dan menghadap kiblat kerana ia satu cara wahyu diturunkan.
Mimpi yang benar adalah mimpi diberkati Tuhan. Tidurlah apabila rasa mengantuk. Dengan tidur, anggota tubuh akan mendapat kerehatan dan tenaga akan pulih kembali. Usahlah tidur berlebih-lebihan kerana perbuatan itu akan mengakibatkan badan menjadi letih dan lesu. Akal fikiran akan menjadi lemah. Jangan pula tidak tidur berpanjangan kerana dengan berbuat demikian kewarasan fikiran akan hilang.
Tidurlah sekadar sebagaimana disyorkan Islam, ditunjukkan oleh Nabi s.a.w iaitu tidur sebelum Zuhur. Gunakanlah masa pada siang hari untuk menguruskan pentadbiran dunia. Tidurlah sedikit pada waktu malam dan bangun memperhambakan diri dari tengah malam hingga ke pagi. Inilah contoh tidur yang ideal dan amalan manu sia-hamba yang mencari keredaan Tuhannya. Jauhkan diri kita daripada amalan tidur dua kali pada siang hari kerana amalan itu perbuatan syaitan.
Hindarkan diri daripada tidur terlalu lama supaya tidak dikencing syaitan. Janganlah tidur siang menjadi kemestian kerana tabiat ini akan mengeruhkan wajah dan rezeki menjadi mahal. Berusahalah menjaga adab tidur, elakkan menelentang, kaki bersilang atau tertiarap dan mengangkat punggung. Tutuplah aurat dan tidurlah di tempat yang terselamat daripada fitnah. Berlindunglah kepada Allah, insya-Allah diri kita akan mendapat berkat. Ingatlah masalah tidur sering dianggap remeh dalam hidup ini tetapi pada hakiktnya ia adalah jurang yang dalam yang berupaya mengakibatkan diri kita hidup tak terancang, hilang matlamat dan hilang punca.
Syaitan bersumpah dengan tiga perkara. Selagi makhluk Allah yang bernama manusia melakukannya, selagi itulah pintu kesesatan terbuka luas dan mudah bagi mereka mem perdayakannya.
Tiga perkara itu ialah:
i. keinginan untuk makan
ii. keinginan terhadap perempuan
iii. keinginan untuk tidur
Selama mana ketiga-tiga keinginan ini terus subur dalam diri manusia, selagi itulah tidak ada kegagalan untuk syaitan menyesatkan manusia.
Filed under: Agama, Umum | Leave a Comment »
Filed under: Pendapatan Sampingan, Umum | Leave a Comment »
Penulis: Dato’ Siti Nor Bahyah Mahamood
Kod Katalog: TBBK1132
Kos ISBN: 978-967-5102-64-6
HARGA: Semenanjung M’sia: RM17.00 / Sabah & S’wak: RM19.00
Buku 10 Terminal Syurga Rumah Tangga mengandungi petua melahirkan rumah tangga yang menjadi idaman dan harapan setiap insan iaitu rumah tangga yang di dalamnya bersemarak suasana sakinah, mawaddah dan rahmah. Terdapat tiga dimensi perkahwinan yang dicatatkan oleh Dr. Abdullah Nasih al-Ulwan dalam kitabnya yang masyhur, Tarbiah al-Awlad fi al-Islam iaitu:-
i. Perkahwinan adalah fitrah manusia.
ii. Perkahwinan adalah kepentingan dalam bermasyarakat.
iii. Perkahwinan adalah penyucian dan pemilihan hati.
kalau anda semua berminat dengan buku di atas klik saja
membeli- belah secara online…anda tak penat…masa tak terbuang!!!
Filed under: Pendapatan Sampingan, Umum | Leave a Comment »
CORAK hidup masyarakat yang aman, harmoni dan penuh persefahaman menjaga hubungan baik dengan khaliq (hablun minallah), iaitu sentiasa melakukan ibadat dengan ikhlas dan taat. Pada masa sama, mereka menjaga hubungan baik sesama manusia (hablun minannas) tanpa mengira peringkat umur, taraf sosial dan warna kulit.
Jika hubungan ini tidak dititikberatkan, tentu kehidupan diidamkan gagal menjadi realiti bahkan dilanda kehinaan, dibelenggu pelbagai kesulitan dan dimurkai Allah. Hal ini dapat kita fahami menerusi ayat bermaksud:
“Mereka ditimpa kehinaan (dalam segala jurusan) di mana saja mereka berada, kecuali dengan sebab daripada Allah serta manusia, dan sudah sepatutnya mereka beroleh kemurkaan Allah, dan mereka ditimpa kemiskinan (dalam segala jurusan)” (QS Ali Imran: 112).
Banyak bukti sepanjang zaman hubungan sesama manusia terputus disebabkan pelbagai faktor seperti fitnah dicetuskan segelintir manusia berhati kotor dan tidak bertanggungjawab. Akibatnya berlaku perpecahan, perbalahan dan permusuhan, malah sampai tahap pertumpahan darah.
Hidup masyarakat tidak aman dan mesra. Begitulah kepahitan hidup kesan fitnah. Lantaran, perbuatan itu dianggap pengkhianatan dan kejahatan sangat berbahaya dan perlu segera disingkirkan.
Imam Abu Laits As Samarqandi menyatakan: “Tidak ada perbuatan jahat lebih besar daripada fitnah”. Ada ulama menyatakan penyebar fitnah lebih jahat daripada pembunuh, tukang sihir dan syaitan.
Seperti pernah diungkap Imam Yahya Aktsam: “Orang yang suka memfitnah dan mengadu domba lebih jahat daripada tukang sihir kerana kejahatannya dalam sesaat, pada hal tukang sihir memerlukan waktu banyak”.
Perbuatan orang yang suka memfitnah dan mengadu domba lebih berbahaya daripada syaitan kerana perbuatan syaitan hanya dengan khayalan dan bisik sedangkan perbuatan memfitnah dan mengadu domba secara terang-terangan dan berdepan.
Akibat fitnah juga lebih merosak daripada pembunuhan kerana pembunuhan hanya mengorbankan satu atau dua orang sedangkan fitnah dan adu domba mampu menghancurkan masyarakat dan negara.
Mungkin ramai yang masih tidak mengetahui secara tepat apakah maksud fitnah. Mengikut Kamus Dewan, fitnah bermaksud tuduhan, khabar atau kisah yang diada-adakan atau dibuat-buat untuk memburukkan seseorang.
Dalam hadis Rasulullah daripada Abi Hurairah menerangkan secara jelas pengertian fitnah: “Tahukah kamu apakah memfitnah?” Sahabat berkata: “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.”
Baginda bersabda: “Memfitnah adalah mengatakan sesuatu mengenai saudara (Muslim) ketika tiada yang dia tidak suka.” Ditanya: “Wahai Rasulullah, jika kekurangan itu sungguh ada dalam diri seorang Muslim, maka apa yang harus kami katakan?” Baginda menjawab: “Jika apa yang dikatakan itu benar, maka itu adalah mengumpat.” (Riwayat Muslim).
Ada ulama menafsirkan penabur fitnah sebagai memakan daging orang mati. Daging manusia yang disiat, digigit dan dikunyah mendatangkan kesakitan dan penderitaan yang amat sangat, begitulah perumpamaan mengumpat dan memfitnah yang menyakitkan hati orang lain.
Fitnah bukan perkara baru, bahkan berlaku sejak zaman silam. Rasulullah tidak sunyi daripada dilanda fitnah yang sengaja dicetuskan musuh Islam antaranya mereka menuduh Rasulullah gila, tukang sihir dan lelaki pemecah-belah masyarakat.
Selain itu, dituduh kebijaksanaan Baginda hasil belajar daripada orang lain termasuk tuduhan dan bohong terhadap diri Baginda yang mulia. Hati setiap Muslim berasa sakit bagai ditusuk apabila mendengar fitnah itu. Pada hal Allah memberi keterangan bermaksud:
“Dan tiadalah yang diucapkannya itu (al-Quran) menurut kemahuan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). ” (QS an_Najm: 3-4)
Saidatina Aisyah juga pernah difitnah orang yang dengki dan anti- Islam. Saidatina Aisyah dituduh berdua-duaan dengan sahabat bernama Safuan Al-Muattal As-Sulami Az-Zakwani. Cerita sebenarnya isteri Rasulullah `tertinggal’ (daripada pasukan tentera sedang berjalan) kerana leka mencari kalung yang tercicir.
Apabila menyedari Saidatina Aisyah keseorangan, Safuan (yang ditugaskan mengawal di belakang kumpulan kaum Muslimin) menumpangkan isteri Rasulullah itu di belakang untanya sementara dia mengheretnya sehingga mereka berjaya mendapatkan semula tentera yang berhenti rehat kerana cuaca panas terik. Mereka juga tidak bercakap sepanjang perjalanan itu.
Cerita ini disensasikan oleh Abdullah Ubai Salul yang berhati busuk. Namun, semua ini dihadapi Rasulullah dengan sabar sesuai dengan taraf Baginda sebagai nabi yang mendapat gelaran ulul`azmi.
Kabilah Aus dan Khazraj yang sudah bersatu serta berdamai, ada ketika menjadi tegang dan hampir berlaku perpecahan akibat fitnah dicetuskan Yahudi. Mereka memang tidak senang dengan perdamaian itu yang dilakukan Rasulullah di Madinah.
Oleh sebab jualan senjata orang Yahudi merosot selepas dua kabilah itu berdamai, maka tiada berperang. Namun rancangan orang Yahudi akhirnya dapat dihidu Rasulullah. Selepas dibicarakan, ternyata Huyay Akhtab daripada bani Nazir menjadi penghasut dan penabur fitnah.
Sesungguhnya fitnah adalah perbuatan khianat yang dibenci Allah kerana mengatakan sesuatu tidak benar boleh memporak-perandakan rumah tangga, tercetus perbalahan dan mencemar maruah seseorang.
Hari ini, fitnah bukan saja tersebar melalui lisan, bahkan keadaannya lebih meluas iaitu melalui media massa dan internet. Dalam sekelip masa, fitnah boleh tersebar ke seluruh dunia.
Dalam sekelip mata juga kita dapat melihat seorang pemimpin yang handal boleh jatuh, rumah tangga bahagia bergoncang dan berkecai atau orang berwatak baik boleh tercemar maruahnya angkara fitnah.
Memandangkan fitnah boleh membawa bahaya besar, setiap Muslim perlu menjauhi diri daripada perbuatan terkutuk itu. Sesungguhnya fitnah tidak berlaku jika masyarakat beriman, jujur, istiqamah dalam melakukan ibadat, tidak mementingkan diri, tidak tamak harta, tidak gila kuasa, tidak mengikut telunjuk syaitan dan tidak tunduk kepada nafsu.
Filed under: Agama | Leave a Comment »
Filed under: Umum | Leave a Comment »